Kiat Memilih Sekolah Penerbangan dengan Tepat

Sekolah Penerbangan

Menjadi seorang pilot adalah sebuah pekerjaan yang luar biasa karena peran dan tanggungjawabnya yang besar terhadap keselamatan para penumpang. Tak heran bila jasanya juga dinilai tinggi.

Tersedia banyaknya sekolah penerbangan mulai dari dalam negeri hingga ke luar negeri kerap kali membuat bingung untuk memilih sekolah yang tepat. Pasalnya, melalui pendidikanlah ilmu pengetahuan sebagai seorang pilot bisa terasah secara maksimal sehingga nantinya kemampuan menerbangkan pesawat dengan handal bisa dipergunakan di lapangan kerja.

Untuk memilih sekolah penerbangan yang tepat itu sendiri, ada tiga kiat yang bisa dilakukan yakni memilih sekolah pilot yang memiliki instruktur dan fasilitas yang mendukung, sekolah pilot yang menawarkan keringanan biaya, dan juga sekolah pilot yang sudah terbukti bisa mencetak pada alumni yang berkualitas sehingga banyak digunakan jasanya di beberapa maskapai penerbangan terbaik di dunia.

Pilih sekolah yang memiliki instruktur dan fasilitas yang mendukung

Sekolah penerbangan dominan terhadap instruktur dan fasilitas. Sebab instrukturnya yang berpengalaman serta memiliki kesiplinan waktu yang baik akan menjadi pencetak para cadet untuk menjadi pilot yang profesional. Begitu juga dengan fasilitas, seperti pesawat latih dan bandara latihnya yang tersedia sehingga tidak perlu menggunakan pesawat komersial dan menyewa bandara latih yang bahkan bisa memakan banyak waktu. Oleh karena itu, dalam memilih sekolah pilot perlu memastikan instruktur dan juga fasilitasnya agar bisa menjalani pendidikan dengan baik.

Pilih sekolah yang menawarkan keringanan biaya

Jika biaya menjadi kendala bagi Anda untuk masuk sekolah pilot, tentu sekolah penerbangan yang menawarkan keringan biaya adalah sekolah yang tepat untuk dipilih. Keringanan biaya bisa dari program beasiswa yang ditawarkan, sistem cicilan yang mana biaya pendidikan bisa dibayar 2 hingga 3 kali, atau pinjaman bank di mana sekolah tersebut bekerja sama dengan bank untuk membantu para calon cadet pilot agar bisa menyelesaikan biaya pendidikannya untuk masuk sekolah pilot. Perlu diketahui bahwa, tidak semuanya sekolah penerbangan memberikan kebijakan demikian, untuk itu perlu secara gesit guna mengetahui program ini jika ingin memperoleh keringanan biaya.

Pilih sekolah yang sudah terbukti bisa mencetak para alumni berkualitas

Banyak sekolah pilot yang menawarkan sejuta iming-iming dalam mencetak para cadet untuk menjadi seorang pilot yang berkualitas sehingga bisa langsung bekerja di masakapai penerbangan. Namun, jangan mudah tergiur dengan iming-iming tersebut, intinya adalah diperlukannya bukti bahwa sekolah tersebut telah berhasil menciptakan pilot yang memang handal dan telah banyak diterima bekerja di berbagai maskapai penerbangan.

Untuk mengetahui hal ini, Anda bisa membuka profil pilot yang sudah bekerja, biasanya mereka menampilkan nama sekolah di mana tempat mereka menggali ilmu pengetahuan dan juga melatih kemampuan. Dalam hal ini, pilihlah sekolah pilot yang sudah berhasil mencetak banyak alumni (yang sudah bekerja) karena hal tersebut merupakan gambaran bagi para cadet untuk meniti karir kelak.

Salah memilih sekolah penerbangan tidak hanya membuat kacaunya keuangan, tetapi juga terhambatnya pendidikan. Bagaimana tidak, jika ingin pindah sekolah selain biaya pendidikan yang tidak dapat dikembalikan juga masa pendidikan menjadi relatif lama karena perlu beradaptasi dari awal. Perlu diketahui bahwa tidak sedikit para cadet pilot memilih untuk pindah sekolah karena pendidikan yang dijalani tidak memuaskan. Oleh karena itu, perlu pertimbangan yang matang jika ingin memilih sekolah pilot, baik itu kemampuan fisik, otak, materi , maupun sekolah penerbangan itu sendiri supaya bisa menjadi seorang pilot yang berkualitas.

Peluang Masuk Sekolah Pilot Masih Ada jika Mengalami Masalah Berikut

Masuk sekolah pilotSekolah pilot, salah satu sekolah dengan biaya mahal lebih kurang IDR 500 – 800 juta. Hal ini pada dasarnya dipengaruhi oleh 2 faktor berikut: fasilitas yang dibeli dengan biaya mahal (pesawat untuk latihan terbang dan simulator untuk praktek penerbangan) serta gaji instruktur penerbangan yang tidak sedikit terlebih jika sudah sangat berpengalaman (punya jam terbang tinggi).

Selain karena alasan mahalnya biaya sekolah pilot, berbagai masalah yang dihadapi pun membuat nyali sebagian orang menciut untuk masuk sekolah pilot. Masalah biaya, kamu bisa cari subdisi dari pemerintah di sekolah pilot negeri, dapatkan beasiswa, atau manfaatkan pinjaman yang ditawarkan oleh sekolah pilot. Soal masalah yang dihadapi, sebetulnya masih punya peluang jika kamu menghadapi masalah berikut:

Skill bahasa Inggris kurang         

Salah satu syarat untuk bisa masuk sekolah pilot adalah skill bahasa Inggris yang memadai. Tidak lain karena ketika jadi pilot skill bahasa Inggris punya pengaruh penting. Pertama, buku panduan & instruktur penerbangan umumnya menggunakan bahasa Inggris. Kedua, seorang pilot akan melakukan komunikasi dengan ATC (Air Traffic Controller) mulai dari take off hingga landing guna mencegah tabrakan di udara, mengatasi masalah yang dihadapi di udara, atau lainnya sehingga tercapai tujuan keselamatan penerbangan.

Komunikasi ini dilakukan dengan menggunakan bahasa Inggris. Kendatipun demikian, minimnya skill bahasa Inggris yang dimiliki jangan buat kamu takut masuk sekolah pilot. Kalau kamu belajar dengan giat, kamu bisa meningkatkan skill bahasa Inggris. Di samping itu, ada sekolah pilot yang menawarkan program English Preparatory di mana diberikan secara cuma-cuma saat menjadi siswa sekolah pilot guna kelancaran bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan.

Mata rabun bukan buta warna  

Mata sehat harus dimiliki seorang pilot. Kalau tidak, keselamatan penerbangan bakal terancam. Makanya, sekolah pilot mensyaratkan calon siswa harus memiliki mata yang sehat. Apakah ini berarti penderita mata rabun tidak punya peluang masuk sekolah pilot? Penderita mata rabun masih memiliki peluang masuk sekolah pilot. Tidak seperti mata rabun yang tidak memiliki peluang sama sekali untuk masuk sekolah pilot.

Mata rabun masih bisa diatasi dengan melakukan operasi LASIK (Laser Assisted in Situ Keratomileusis), operasi untuk membentuk kelengkungan kornea. Operasi ini bisa menelan biaya mulai dari IDR 15 juta untuk satu mata. Untuk buta warna, sejatinya sulit disembuhkan apalagi jika diturunkan oleh anggota keluarga. Dalam beberapa kasus, buta warna juga disebabkan oleh penyakit diabetes, glaucoma, katarak, cidera pada mata, dan efek samping obat.

Gigi berlubang & tidak rata

Benar adanya kalau salah satu syarat yang diajukan oleh sekolah pilot untuk calon siswa adalah memiliki gigi yang tidak berlubang & rapi. Punya gigi berlubang & tidak rata? Jangan takut untuk mendaftarkan diri ke sekolah pilot karena kamu masih punya peluang. Dengan catatan, perbaiki dahulu gigi berlubang & tidak rata Anda. Untuk gigi berlubang bisa dengan melakukan penambalan atau pencabutan yang kemudian diganti dengan implant gigi, bridge, atau lainnya.

Untuk gigi yang tidak rata, salah satu solusinya adalah dengan memakai kawat gigi bahan metal, keramik, atau lepasan. Jika tidak, bisa ratakan gigi dengan invisalign untuk kasus ringan. Atau bisa juga coba veneer gigi. Jangan jadikan semua masalah menjadi bumerang untuk masuk sekolah pilot. Jauh lebih baik jika mencari solusinya terlebih dahulu sebelum “angkat topi”.

Kiat Memilih Sekolah Pilot Terbaik di Indonesia

sekolah-pilot IndonesiaAda banyak sekolah tinggi yang bisa dipilih usai menempuh pendidikan di SMA/SMK/STM atau sederajat, salah satunya sekolah tinggi penerbangan atau biasa dikenal dengan sekolah pilot. Namun, untuk bisa diterima di sekolah pilot tidaklah mudah, selain harus punya fisik yang proporsional, eknomi yang mendukung, juga harus memiliki kemampuan akademik yang tinggi baik dalam bidang matematika, fisika, maupun bahasa Inggris.

Pilot termasuk salah satu kategori profesi yang berpenghasilan tinggi di dunia. Faktanya, gaji yang dperoleh bisa mencapai 70 juta rupiah per bulan bila jabatan yang dipegang sudah berhasil menjadi seorang kapten. Jadi pilot memang menggiurkan, apalagi peluang kerjanya terbuka lebar. Apakah Anda juga berkeinginan untuk melanjutkan studi ke sekolah pilot? Jika iya, pastikan Anda memilih sekolah pilot yang tepat agar nantinya bisa menjadi seorang pilot yang handal. Silakan Anda aplikasikan kiat-kiat berikut:

Pastikan fasilitas sekolah memadai

Jumlah sekolah pilot yang sudah beroperasional saat ini cukup banyak, baik itu di dalam maupun di luar negeri. Sekolah pilot manapun yang ingin Anda tuju, misalnya sekolah pilot di Indonesia, pastikan memiliki fasilitas yang lengkap, mulai dari ruang kelas, laboratorium, ruang komputer, simulator, sampai pesawat dan bandara latih. Fasilitas sekolah sangat penting untuk benar-benar diperhatikan secara masak-masak karena hal ini akan sangat berkaitan dengan sistem pendidikan yang dijalani.

Contoh pesawat dan bandara latih, jika sekolah tidak memiliki fasilitas tersebut dan para cadet hanya memanfaatkan bandara dan pesawat komersial, bukan tidak mungkin para cadet akan terlantar ketika harus menunggu giliran untuk latihan terbang sehingga pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh bisa minim. Ingat, beda minimal 5 jam terbang saja akan memberikan dampak yang berbeda terhadap keahliaan yang diperoleh. Justru masalah ini juga dapat membuat para cadet lama menyelesaikan pendidikannya. Tidak ingin mengalami hal demikian, bukan? Oleh karena itu, penting dalam mengetahui informasi tentang fasilitas yang disediakan oleh pihak sekolah, salah satunya melalui profil sekolah di media sosial.

Pilih sekolah yang menyediakan program MER

Dari banyaknya sekolah pilot, tidak semuanya menyediakan program MER. MER adalah bagian dari lisensi dasar pilot yang berupa sertifikat izin jam terbang pilot. Kebanyakan sekolah hanya menyediakan lisensi PPL (Private Pilot License) dan CPL (Commercial Pilot License). Lisensi PPL merupakan sertifikat izin terbang yang hanya boleh dilakukan untuk hal-hal pribadi misalnya liburan bersama keluarga (tidak untuk banyak penumpang). Sementara lisensi CPL cadet sudah bisa menerbangkan pesawat komersial dan sudah menerima bayaran. Meski demikian, cadet pilot sebaiknya memiliki lisensi IR (Instrument rating) dan MER (Multi Engine Rating).

License IR dapat digunakan pilot untuk mendapat job yang lebih tinggi, jika dengan lisensi CPL pilot hanya dapat menerbangkan pesawat dalam kondisi cuaca yang bagus di siang hari, tapi dengan lisensi IR pilot sudah dipercaya untuk menerbangkan pesawat meski cuaca sedang berkabut dan di malam hari. Begitu pula halnya dengan lisensi MER, pilot dikatakan siap kerja dengan mesin berganda. Perlu diingat, lisensi menjadi salah satu faktor pendorong para cadet terjun ke dalam dunia kerja karena sebagian besar airline yang menerima pilot memilih cadet yang sudah memegang lisensi yang tinggi yakni IR atau bahkan MER.

Pastikan alumninya sudah banyak yang bekerja

Salah satu alasan yang harus dilakukan dalam memilih sekolah pilot yang dituju adalah kenyataan bahwa para alumninya sudah banyak diterima bekerja di maskapai penerbangan. Hal ini dapat membuktikan bahwa usaha pihak sekolah dalam mencetak para cadet tidak sia-sia. Perlu diketahui bahwa, ada sebagian cadet pilot yang menganggur usai pendidikan karena minimnya keahlian, kemampuan, dan pengetahuan yang mereka miliki sehingga maskapai penerbangan tidak dapat mempekerjakan mereka. Di lain sisi, reputasi sekolah yang buruk juga menjadi latar belakang cadet bisa menganggur. Untuk itu, perlu melakukan survei dalam memilih sekolah pilot. Tidak ada salahnya melakukan wawancara dengan para pilot yang sudah terserap di pasar kerja atau bisa juga melihat informasi di website sekolah pilot. Biasanya sekolah juga memberikan informasi tentang keberhasilan alumni mereka.

Sekolah pilot menjadi langkah awal dalam meniti karir di dunia penerbangan. Apalagi dengan biaya pendidikan yang sangat mahal, pastikan memilih sekolah pilot yang tepat agar bisa menjadi pilot yang berkualitas.

Mengenal Mitos untuk Menjadi Seorang Pilot

mitos pilotMenjadi seorang pilot bukan hal yang mudah untuk dicapai, ada banyak yang akan menjadi rintangan. Untuk mewujudkan keinginan menjadi pilot, pertam-tama calon pilot diharuskan masuk sekolah pilot. Masuk sekolah pilot sendiri, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit karena untuk dapat masuk sekolah pilot dibutuhkan uang ratusan juta. Apalagi harus masuk sekolah pilot swasta. Selain itu, harus mengikuti beberapa tes yang ada. Ada banyak yang perlu dipertimbangkan untuk dapat menjadi seorang pilot. Ada orang yang berkata bahwa untuk menjadi seorang pilot harus dari jurusan IPA, tidak boleh menggunakan kaca mata, dan tidak boleh memiliki gigi berlubang. Untuk kali ini akan dibahas mengenai mitos untuk menjadi seorang pilot yang disebutan di atas. Mitos sendiri merupakan hal yang belum tentu kebenaranya. Yuk, simak penjelasan di bawah ini mengenai mitos untuk menjadi seorang pilot:

Tidak boleh dari jurusan lain kecuali IPA

Untuk menjadi seorang pilot, tentunya langkah pertama seorang harus lulus dari sekolah penerbangan terlebih dahulu. Nah, untuk masuk sekolah ini apakah benar untuk anak-anak yang jurusan IPA saja? Hal ini dikarenakan ada orang yang beranggapan untuk dapat menjadi seorang pilot harus jurusan IPA. Menurut Anda ini fakta atau mitos? Jika ini fakta, tentnya tidak ada kesempatan bukan untuk anak lulusan IPS untuk menjadi seorang pilot. Nah, kali ini akan kita bahasa mengenai jurusan. Jika Anda memutusakan untuk menjadi seorang pilot dengan mengambil Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curung memang harus lulusan IPA ketika di SMA. Namun, kenyataanya masih banyak sekolah penerbangan yang bisa menerima calon pilot dengan jurusan IPS. Salah satunya sekolah pilot Private Flying School (seperti, Deraya, Alfa, Nusa, dll) dapat jadi pilihan karena di tempat ini Anda masih memiliki kesempatan untuk menjadi seorang pilot karena jurusan IPS diterima, tapi biayanya swadana, sanga besar. Untuk itu, ini hanya mitos karena baik dari jurusan IPS, Bahasa, dan SMK (jurusan tertentu) masih bisa untuk menjadi pilot.

Tidak boleh pakai kacamata

Menjadi seorang pilot, tentunya harus memiliki penglihatan yang bagus. Namun, bukan berarti seorang pilot tidak boleh menggunakan kacamata. Banyak orang yang beranggapan bahwa seorang pilot tidak boleh menggunakan kaca mata. Pernyataan ini hanya mitos, karena seorang pilot diperbolehkan untuk menggunakan kacamata dengan batasan tertentu dan kacamata tidak boleh yang tebal. Nah, untuk memastikannya, akan dilihat berdasarkan keputusan balai kesehatan setempat yang menjadi tempat untuk menjalankan tes kesehatan. Jika seorang pilot dinyatakan buta warna, maka ini yang dapat menjadi penyebab Anda tidak dapat untuk menjadi seorang pilot. Hal ini dikarenakan tombol-tombol yang ada di dalam pesawat digunakan dengan menggunakan warna. Jadi, untuk Anda yang menggunakan kacamata masih ada peluang untuk jadi pilot selama kacamata yang digunakan masih standar.

Tidak boleh gigi berlubang

Gigi berlubang, tentunya menjadi masalah dalam dunia penerbangan apalagi menjadi pilot. Namun, ini menjadi mitos, karena gigi berlubang masih bisa untuk diperbaiki dengan cara ditambal. Jika gigi Anda sudah ditambal, maka ini tidak menjadi masalah lagi. Dengan begitu, Anda dapat mengikuti tes karena gigi yang ditambal tidak menjadi masalah. Jika Anda menggunakan kawat gigi, ini juga tidak menjadi masalah.

Pada intinya untuk menjadi seorang pilot itu merupakan pekerjaan yang cukup berat karena tanggung jawab dari penumpang ada di pilot. Oleh karena itu, Anda haru menjaga kesehatan salah satunya.

Ini Alasan Mengapa Profesi Pilot Kian Diminati

profesi pilotProfesi pilot termasuk salah satu profesi yang diincar bagi kebanyakan orang. Bukan karena senang dan punya mimpi untuk terbang ke seluruh penjuru dunia, tetapi juga seragamnya yang tampak gagah dan dilengkapi dengan pangkat serta garis-garis emas dipundaknya membuat profesi ini menjadi lirikan banyak orang. Meski biaya masuk sekolah pilot cukup mahal mencapai 650-700 juta rupiah dan pesaingnya pun berjibun, akan tetapi sekolah pilot tetap  memikat hati. Perlu diketahui bahwa, ada hal lain yang menjadi alasan orang-orang untuk dapat menekuni profesi ini, di antaranya:

Durasi pendidikannya singkat

Durasi pendidikan merupakan salah satu hal yang menjadi poin terbesar mengapa profesi pilot sangat diminati oleh setiap orang. Faktanya banyak sekolah pilot yang menawarkan pendidikan hanya dalam waktu 1 tahun tentunya dengan fasilitas yang mendukung seperti pesawat & bandara latih yang memadai, simulator yang mendukung, dan instruktur yang profesional. Dengan adanya beberapa fasilitas tersebut, cadet bisa lulus walam waktu yang relatif cepat dan bahkan bisa memperoleh pekerjaan dalam waktu yang singkat pula. Tak heran bila profesi pilot dikatakan sebagai salah satu jalan untuk sukses di usia muda.

Gajinya tinggi

Gaji seorang pilot termasuk dalam salah satu kategori penghasilan yang cukup besar di dunia. Faktanya, seorang pilot yang baru bekerja di maskapai penerbangan dan baru diperbolehkan menerbangkan pesawat yang berkapasitas tidak kurang dari 50 orang, gajinya sudah cukup tinggi kurang lebih 15 juta rupiah per bulan. Sementara bila telah memiliki jam terbang yang maksimal dengan pangkat yang tinggi penghasilan bisa mencapai 30-40 juta rupiah per bulan.

Gaji yang cukup tinggi tersebut tentunya mampu memberikan kenyamanan dan meningkatkan taraf hidup keluarga, seperti memenuhi segala kebutuhan dan juga keinginan. Tidak semua profesi bisa memperoleh penghasilan seperti pilot, wajar saja bila biaya sekolah pilot terbilang tinggi karena hal tersebut sama dengan penghasilan yang diperoleh ketika telah diterima bekerja di maskapai penerbangan.

Jenjang karirnya oke

Profesi seorang pilot hampir sama halnya dengan profesi sebagai abdi negara, selain dilengkapi dengan seragamnya yang elok juga ditawarkan jenjang karir yang pasti. Adapun jenjang karir seorang pilot secara garis besar adalah yang pertama sebagai second officer, kedua first officer, dan ketiga adalah captain pilot. Second officer ialah pangkat seorang pilot yang baru diterima bekerja di maskapai penerbangan yang ditugaskan untuk menerbangkan pesawat yang berukuran kecil atau berkapasitas sekitar 30 orang. Jika seorang pilot mampu memperoleh sertifikat ATPL dan ME dengan minimal jam terbang sebanyak 1500-2000, bukan tidak mungkin bisa naik pangkat.

Artinya, pilot punya peluang dan kesempatan besar dalam meningkatkan jenjang karirnya bekerja di maskapai penerbangan. Jelas hal ini akan sangat berbeda bila bekerja di perusahaan pada umumnya yang bisa naik pangkat apabila perusahaan membuka cabang baru atau juga sudah bekerja selama bertahun-tahun. Dalam profesi pilot apabila telah memenuhi syarat seperti jam terbang, tidak menutup kemungkinan bisa naik jabatan. Tak heran bila profesi pilot dikatakan memiliki jenjang karir yang oke.

Jaminan masa tuanya ada

Yang tidak kalah penting dalam memperoleh sebuah profesi adalah jaminan masa tua atau biasa disebut dengan dana pensiun. Masa pensiun pada umumnya jatuh pada umur 55 tahun karena pada usia tersebut seorang pilot tidak begitu mampu menerbangkan pesawat seperti mana sebelumnya. Beruntungnya dalam memiliki jaminan masa tua seorang pilot masih menerima penghasilan secara berkesinambungan meski tidak melakukan tugasnya sebagai seorang pilot pada umumnya. Dalam hal ini, besarnya jaminan di masa tua atau dana pensiun pilot tergantung daripada kebijakan maskapai.

Profesi sebagai seorang pilot memang menggiurkan, punya gaji yang tinggi, jenjang karir yang oke, dan jaminan masa tuanya ada. Akan tetapi, profesi tersebut juga memiliki banyak resiko yang pada dasarnya bisa membahayakan keselamatan diri sendiri dan juga orang lain. Contoh saat cuaca tiba-tiba berubah menjadi buruk dan pilot kehilangan kendali dalam mengudarakan pesawatnya sehingga bisa menyebabkan pesawat jatuh dan mengakibatkan nyawa seorang pilot itu sendiri beserta penumpang lainnya melayang.